Rabu, 09 Oktober 2019

Banyaknya kemurtadan diakhir zaman

Al-Imam At-Thabari (wafat 310 H) berkata dalam kitabnya "Tahdzib Al Aatsaar:
” إن من المسلمين من يخرج من الإسلام من غير أن يقصد الخروج منه ” اهـ..
Sesungguhnya dari kaum muslimin ada yang keluar dari islam(murtad) tanpa bermaksud keluar darinya"

Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam kitabnya "Al-Mu'jam Al-Kabir" bahwa Abdullah bin mas'ud berkata:

ليوطِّننَّ المرء نفسه على أنَّه إن كفر مَن في الأرض جميعًا لم يكفر، ولا يكوننَّ أحدكم إمَّعة، قيل: وما الإمَّعة؟ قال: الذي يقول: أنا مع النَّاس.
"Seseorang harus menancapkan tekad kuat pada dirinya, seandainya seluruh orang didunia ini kafir semua, dia tidak ikut-ikutan kafir!
Janganlah salah seorang kalian menjadi 'im'ah!! Kemudian beliau ditanya, 'apa itu 'im'ah?"
Beliau mengatakan, " yaitu orang yang mengatakan "saya bersama (mayoritas) manusia"
*BANYAKNYA KEMURTADAN DI AKHIR ZAMAN*

Al-Imam Al-Barbahari رحمه الله (wafat 328 H) dalam kitabnya "Syarh As-Sunnah" berkata:
ﺍﺣﺬﺭ ﺃﻫﻞ ﺯﻣﺎﻧﻚ ﺧﺎﺻﺔ ﻭﺍﻧﻈﺮ ﻣﻦ ﺗﺠﺎﻟﺲ ﻭﻣﻤﻦ ﺗﺴﻤﻊ ﻭﻣﻦ ﺗﺼﺤﺐ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻛﺄﻧﻬﻢ ﻓﻲ ﺭﺩﺓ ﺇﻻ ﻣﻦ ﻋﺼﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﻬم 
"Hati-hatilah pada orang yang hidup dizamanmu secara khusus dan perhatikan (berhati-hati) dengan siapa engkau bermajlis, dan siapa yang kamu dengar dan siapa yang kamu temani, maka sesungguhnya banyak manusia sepertinya mereka dalam kemurtadan(menjadi kafir) kecuali orang yang allah jaga diantara mereka".

Ibnu bathah رحمه الله(wafat 387 H) dalam kitabnya "ibanah Al-Kubraa" telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Huzaifah رضي الله عنه berkata:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَوْ رَمَيْتَ بِسَهْمٍ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لَمْ يُصِبْ إِلا كَافِرًا أَوْ مُنَافِقًا
"Akan ada suatu masa yang seandainya engkau lemparkan anak panahmu pada hari(orang-orang melaknakan shalat) jum'at tidak akan meleset melainkan pasti yang kena panah adalah orang-orang kafir atau munafiq".

Dalam kitab asSunnah Al-Khallal(yang kita kaji tiap malam sabtu) bab shalat dibelakang murjiah.

Abu bakar Al-Khallal dalam kitabnya As-Sunnah (pada bab shalat dibelakang murjiah) meriwayatkan dari Abdullah bin umar رضي الله عنهما
وَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَجْتَمِعُونَ فِي مَسَاجِدِهِمْ يَقْرَأُونَ الْقُرْآنَ ، لَيْسَ فِيهِمْ مُؤْمِنٌ
"Akan datang kepada manusia, suatu masa orang-orang berkumpul dimasjid-masjid membaca Al-Quran namun tidak ada satupun dari mereka yang mukmin(beriman)"

Sabtu, 05 Oktober 2019

Celaan mengikuti banyak orang

Diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam kitabnya "Al-Mu'jam Al-Kabir" bahwa Abdullah bin mas'ud berkata:

ليوطِّننَّ المرء نفسه على أنَّه إن كفر مَن في الأرض جميعًا لم يكفر، ولا يكوننَّ أحدكم إمَّعة، قيل: وما الإمَّعة؟ قال: الذي يقول: أنا مع النَّاس.
"Seseorang harus menancapkan tekad kuat pada dirinya, seandainya seluruh orang didunia ini kafir semua, dia tidak ikut-ikutan kafir!
Janganlah salah seorang kalian menjadi 'im'ah!! Kemudian beliau ditanya, 'apa itu 'im'ah?"
Beliau mengatakan, " yaitu orang yang mengatakan "saya bersama (mayoritas) manusia"

Selasa, 01 Oktober 2019

Niat kufur mengantarkan kepada kekufuran

Terdapat dalam:

الموسوعة الفقهية الكويتة:

(Ensiklopedi Fikih Kuwait)

هـ - الْهَمُّ بِالْكُفْرِ يُؤَدِّي إِلَى الْكُفْرِ:

(Berkeinginan untuk kufur mengantarkan kepada kekufuran)

ذَهَبَ الْفُقَهَاءُ إِلَى أَنَّهُ إِذَا هَمَّ الشَّخْصُ الْمُسْلِمُ بِالْكُفْرِ، أَوْ شَكَّ فِي الْوَحْدَانِيَّةِ أَوِ النُّبُوَّةِ أَوِ الْبَعْثِ، أَوْ نَوَى قَطْعَ إِسْلاَمِهِ، أَوْ تَرَدَّدَ أَيَكْفُرُ أَوْ لاَ، أَوْ عَزَمَ عَلَى الْكُفْرِ غَدًا أَوْ فِي الْمُسْتَقْبَل، خَرَجَ مِنَ الإِْسْلاَمِ وَأَصْبَحَ مُرْتَدًّا فِي الْحَال؛ لأَِنَّ طَرَيَانَ الشَّكِّ يُنَاقِضُ جَزْمَ النِّيَّةِ بِالإِْسْلاَمِ.

Sepakat para Fuqoha bahwa jika seorang muslim berniat melakukan kekufuran, ragu tentang keesaan Allah atau kenabian atau hari kebangkitan, atau berniat memutuskan keislamannya, atau ragu apakah dia telah kafir atau tidak, atau bertekad untuk kafir di esok hari atau di hari yang akan datang, dia telah keluar dari islam dan menjadi murtad seketika itu. Karena munculnya keraguan membatalkan tekad niat yang kuat akan islam.

قَال الإِْمَامُ النَّوَوِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: الْعَزْمُ عَلَى الْكُفْرِ فِي الْمُسْتَقْبَل كُفْرٌ فِي الْحَال، وَكَذَا التَّرَدُّدُ فِي أَنَّهُ يَكْفُرُ أَمْ لاَ؟ فَهُوَ كُفْرٌ فِي الْحَال، وَكَذَا لَوْ عَلَّقَ كُفْرَهُ بِأَمْرٍ مُسْتَقْبَلٍ كَقَوْلِهِ: إِنْ هَلَكَ مَالِي أَوْ وَلَدِي تَهَوَّدْتُ أَوْ تَنَصَّرْتُ. قَال: وَالرِّضَا بِالْكُفْرِ كُفْرٌ، حَتَّى لَوْ سَأَلَهُ كَافِرٌ يُرِيدُ الإِْسْلاَمَ أَنْ يُلَقِّنَهُ كَلِمَةَ التَّوْحِيدِ، فَلَمْ يَفْعَل، أَوْ أَشَارَ عَلَيْهِ بِأَنْ لاَ يُسْلِمَ، أَوْ عَلَى مُسْلِمٍ بِأَنْ يَرْتَدَّ فَهُوَ كَافِرٌ؛ لأَِنَّهُ رَضِيَ بِالْكُفْرِ (2)

Berkata An-Nawawi: "Ber'azam untuk kufur pada perkara yang akan datang adalah kufur seketika, demikian juga ragu apakah dia kufur atau tidak maka dia menjadi kafir seketika itu juga, demikian pula jika dia mengkaitkan kekufurannya pada perkara yang akan datang, seperti dia mengucapkan: 'Jika hartaku atau anakku binasa maka aku akan menjadi yahudi atau nasrani.'"
Dan (An-Nawawi) berkata: "Rida terhadap kekafiran adalah kufur, sampai-sampai jika ada seorang kafir yang ingin masuk islam dan dia ingin ditalqinkan (diejakan) kalimat tauhid namun dia (si muslim) tidak mau manalqinkan atau bahkan mengisyaratkan kepadanya agar tidak masuk islam, atau mengisyaratkan kepada seorang muslim untuk murtad, di langsung menjadi kafir karena dia rida terhadap kekafiran."
__________
(2) رَوْضَة الطَّالِبِينَ. 10 /65.
(Dikutip) dari kita Raudhoh At-thalibin 10/65)

Kamis, 12 September 2019

Keliru memahami hadits(syubhat murjiah 2)

https://rafah-umroh.com/keliru-memahami-hadits-karena-tidak-merujuk-kepada-pemahaman-salafbag-2.html

*KELIRU MEMAHAMI HADITS KARENA TIDAK MERUJUK KEPADA PEMAHAMAN SALAF. bag 2*

Di antaranya hadits-hadits nabi صلى الله عليه وسلم tentang masuknya seseorang yang mengucapkan tauhid ke surga tanpa ada penyebutan amal, di antaranya Sabda nabi صلى الله عليه وسلم
مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ..
“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan UtusanNya, dan bahwa ‘Iisaa adalah hamba Allah dan UtusanNya, firmanNya yang Dia tiupkan kepada Maryam dan ruh dariNya, mengakui bahwa surga adalah haq dan neraka adalah haq, niscaya Allah masukkan ke surga”
(Al-Bukhaariy no. 3435; Muslim no. 30)

Orang yang keliru memahami hadits ini akan terjatuh pada aqidah murjiah, karena hadits ini secara zhahirnya menunjukkan bahwa orang yang mengucapkan syahadat
tanpa amal bisa masuk surga.

Para Imam dari salafusshalih menjelaskan tentang hadits-hadits seperti ini:
1- Al-Imam Az-Zuhri رحمه الله (wafat 124 H)berkata:
وذاك قبل أن تنزل الفرائض، ثم.نزلت الفرائض، فينبغي على الناس أن يعملوا بما افترض الله عز وجل عليهم
“Hal itu sebelum turun kewajiban-kewajiban, kemudian setelah turun kewajiban-kewajiban maka sepatutnya wajib atas manusia mengamalkan apa-apa yang Allah wajibkan atas mereka”.
(Al-Iman li Ahmad.Hal 75, Al-Ibanah Al-Kubra.no.1339)
2- Al-Imam Ad-Dhohak رحمه الله (Wafat 102/105 H) berkata:
هذا قبل أن تحد الحدود وتنزل الفرائض
“Hadits ini berlaku sebelum ditetapkan hukum-hukum had dan diturunkan kewajiban-kewajiban”
(Al-Iman li Ahmad.Hal 79، Al-Ibanah Al-Kubra.no.1258)
3- Al-Imam Ahmad رحمه الله
كذا كان بدء الإيمان ثم نزلت الفرائض الصلاة والزكاة وصوم رمضان وحج البيت
“Demikianlah hadist ini pada permulaan iman kemudian turun kewajiban-kewajiban, shalat, zakat, puasa ramadhan dan haji ke baitullah”.
(As-Sunnah Lil Khallal.939)
4- Al-Imam Al-Aajurri رحمه الله (wafat 360 H)
فإن احتج محتج بالأحاديث التي رويت: من قال لا إله إلا الله دخل الجنة” قيل له: هذه كانت قبل نزول الفرائض على ما تقدم ذكرنا له وهذا قول علماء المسلمين ممن نفعهم الله تعالى بالعلم وكانوا أئمة يقتدى بهم سوى المرجئة الذين خرجوا عن جملة ما عليه الصحابة والتابعون لهم بإحسان..
“Jika seseorang berdalil dengan hadits-hadits yang diriwayatkan tentang -orang yang mengucapkan -لاإله إلا الله – masuk surga-, bisa dikatakan kepadanya bahwa hadits-hadits ini ada sebelum datang kewajiban-kewajiban sebagaimana yang kami telah sebutkan sebelumnya dan inilah pendapat para ulama kaum muslimin yang Allah menjadikan manfaat dengan ilmu mereka dan mereka para imam-imam yang dijadikan panutan,
Kecuali MURJIAH yaitu orang-orang yang keluar dari apa-apa yang dianut oleh para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan ihsan”.
(As-Syari’ah.2/552)

Catatan: Sepakat ahli sunnah bahwa amal adalah syarat iman. Seseorang tidak dikatakan beriman hanya dengan ucapan lisan saja akan tetapi wajib baginya beramal ketika mampu dan ada waktu.

Minggu, 08 September 2019

Keutamaan wali allah

Ibnu waddhah رحمه الله (wafat 287 H)dalam kitabnya -Al-bid'a wa An-Nahyu 'Anhaa- berkata:

4-......Abdullah bin Mas'ud رضي الله عنه berkata:
"Sesungguhnya pada setiap bid'ah yang membuat tertipu kaum muslimin karenanya, Allah memiliki wali dari para wali-walinya, yang akan menghadangnya dan akan membicarakan ciri-cirinya(bid'ah tersebut), maka manfaatkanlah(waktu) untuk menghadiri tempat-tempat(wali-wali tersebut) dan bertawakkallah kepada Allah.
Ibnu mubarak رحمه الله membacakan ayat: "cukuplah Allah yang menjadi pelindung"
(Surat Al-Ahdzaab:  3, 48)

https://books.google.co.id/books?id=oa9qDwAAQBAJ&pg=PT18&lpg=PT18&dq=

Syair tentang murjiah

http://islamport.com/k/qym/3955/190.htm
*SYAIR TENTANG MURJIAH*

Ibnu Qoyyim dalam kitabnya -An-Nuuniyah.hal.166-167 Berkata dalam syairnya:
وكذلك الإرجاء حين تقر ... بالمعبود تصبح كامل الإيمان
فارم المصاحف في الحشوش ... وخرب البيت العتيق وجد في العصيان
واقتل إذا ما اسطعت كل موحد ... وتمسحن بالقس والصلبان
واشتم جميع المرسلين ومن أتوا ... من عنده جهرا بلا كتمان
وإذا رأيت حجارة فاسجد لها ... بل خر للأصنام والأوثان
وأقر أن الله جل جلاله ... هو وحده الباري لذي الأكوان
وأقر أن رسوله حقا أتى ... من عنده بالوحي والقرآن
فتكون حقا مؤمنا وجميع ذا ... وزر عليك وليس بالكفران
هذا هو الإرجاء عند غلاتهم ... من كل جهمي أخي الشيطان
Dan demikianlah murjiah ketika engkau meng ikrarkan zat yang di.... ibadahi(bersyahadat لاإله إلا الله) jadilah engkau orang yang memiliki iman yang sempurna.
Lemparlah mushaf(Al-Quran) ditempat kotoran....dan robohkanlah baitul Atiq(kabah) dan bersungguh-sungguhlah dalam maksiat.
Dan bunuhlah setiap ahli tauhid...
Carilah keberkahan lewat pendeta dan salib.
Dan maki lah seluruh rasul...dan apa yang mereka bawa dari sisinya(Allah) secara terang-terangan tanpa bersembunyi.
Jika kamu lihat batu maka sujudlah kepadanya...bahkan silahkan bersungkurlah kepada patung dan berhala.
Namun kamu (cukup) mengakui bahwa Allah جل جلاله....adalah satu-satunya yang menciptakan alam ini.
Dan kamu(cukup) mengakui bahwa rasulnya haq datang dari sisi Allah dengan wahyu dan Al-Quran.
Maka kamu adalah mukmin yang haq dan seluruh dosa-dosa (yang di atas) bagimu tidak menjadikan kufur.
Dan inilah pendapat Murjiah dari gulluw dari mereka ...dan dari setiap Jahmiyyah saudara syetan.

Sabtu, 07 September 2019

Keutaamaan membantah ahli bid'ah

*PERKATAAN SALAF*

Abdul karim bin Abi umayah berkata:
"Membantah seseorang yang berpendapat buruk(pent: seperti Murjiah atau khawarij) lebih aku sukai dari ber itikaf satu bulan"
(Bid'ah wan An-Nahyu anhaa karangan Ibnu waddhah Al-Qurtubi wafat 287 H)

https://books.google.co.id/books?id=oa9qDwAAQBAJ&pg=PT18&lpg=PT18&dq=