Rabu, 18 Oktober 2017

NABR TAJWID

Nabr (menekan suara sedikit lebih tinggi)

1- Saat waqaf dengan huruf bertasydid.
فَطَلٌّ  مُسْتَقِرٌّ
Kecuali waqaf pada Gunnah (مّ/نّ)
Contoh: وَلاَ جاَنٌّ

dan Huruf Qolqolah ( ب ج د ط ق)
Contoh:  وَتَبَّ

2- Wawu bertasydid sebelumnya berharakat Dommah/ fathah.
Contoh:  عَدُوٌّ  - تَوَّابًا

3- Ya bertasydid sebelumnya berharakat kasrah/ fathah.
Contoh: ِإِيَّاكَ  - وَلِلسَّيَّارَة

4- waqaf dengan hamzah(ء) sebelumnya Mad.
Contoh: بِالسُّوءِ - وَالسَّمَاءِ - السَّوء.

5- Huruf bertasydid sebelumnya Mad.
Contoh: وَلاَ الضَّالِّينَ - الصَّاخَّةُ

6- Pada 3 ayat dalam AlQuran.
1- Al-A'raaf: 22:  ذَاقَا الشَّجَرَةَ
2- Yusuf: 25: وَاسْتَبَقَاالبَابَ
3- AnNaml: 15: وَقَالَا الحَمْدُ ِللَّهِ

Senin, 16 Oktober 2017

MACAM-MACAM ILHAD

*MACAM-MACAM ILHAD(KEKUFURAN)*

Abu Muhammad Mahmud AdDusyti. wafat:661 Hijriyah berkata dalam kitabnya "ItsbatulHad"

ILHAD adalah:
الميل عمايجب اعتقاده أو عمله
"Berpaling dari hal-hal yang wajib diyaqini atau mengamalkannya"

ILHAD(Kufur) terbagi Pada nama-nama Allah dan sifat-sifatnya dan Ayat-ayatnya (Kauniyah dan Syar'iyyah).

1- ILHAD(kafir) pada nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah "Berpaling dari yang haq yang wajib terhadap nama-nama dan sifat-sifatnya"
(Haq yang wajib padanya adalah: Menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang Allah sifatkan untuk dirinya atau lewat lisan rasulnya, tanpa Tahrif, Ta'thil, Tasybih, Takyif)

2- ILHAD (kufur) pada pada Ayat-ayat-ayat Syar'iyyah (AlQuran dan Sunnah).
Yaitu : dengan merubahnya, mendustakan khabar-khabarnya dan menentang hukum-hukumnya"

3- ILHAD(kafir) terhadap ayat-ayat Kauniyah(alam).
Yaitu: 
menisbatkannya kepada selain Allah atau meyaqini ada sekutu padanya atau ada penolong dalamnya(pengaturan alam).

Dikutip dari:
"Itsbatulhadd lillah عزوجل/Hal.41-42/cetakan DaarulFurqaan"

Perkataan Syaikh Abu Muhammad Mahmud diatas adalah ILHAD yang dimaksud KUFUR AKBAR yang bisa mengeluarkan seseorang dari agama.

Adapun KUFUR ASHGOR adalah Kufur nikmat yaitu:
tidak menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk ketaatan kepadanya.
Sebagaimana makna syukur adalah menggunakan nikmat untuk ketaatan kepadanya.

Jumat, 21 Juli 2017

TARGhib i'dad

Ikhwah i'dad adalah suatu kewajiban buat seorang muslim untuk mempertahankan agamanya.

Diantara i'dad yang dianjurkan adalah: الرمي (arramyu) secara bahasa artinya "melempar" masuk padanya:  "memanah, menembak"

Firman Allah تعالى:
(وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kalian miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah..
[Surat Al-Anfal 60]

Berkata Uqbah bin 'Amir رضي الله عنه aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata di atas mimbar
Firman Allah تعالي:
ما ستطعتم من قوة
" dengan kekuatan yang kalian miliki"
Kemudian beliau berkata:
"ألا إن القوة الرمي ..
"Ketahuilah bahwa kekuatan itu ada pada Melempar(memanah)..(beliau mengucapkan 3x)

dan bersabda:
ارموا واركبوا وأن ترموا أحب إلى من أن تركبوا ومن ترك الرمي بعد علمه عنه فإنها نعمة تركها أو قال كفرها
"Melemparlah(memanahlah) dan menungganglah(berkuda) dan melempar lebih aku sukai dari pada menunggang(berkuda),
Barang siapa meninggalkan melempar setelah dia mengetahuinya karena tidak menyukainya, maka hal itu adalah nikmat yang ia kufuri"

Berkata Syaikh Sholih Utsaimin رحمه الله:
فبين النبي صلى الله عليه وسلم في هذا الحديث أنه لا ينبغي ترك الرمي حتى ولو لم يكن إليه حاجة
"Maka Nabi صلي الله عليه وسلم menjelaskan dalam hadits ini, bahwa tidak
layak meninggalkan  melempar(memanah) meskipun tidak ada kebutuhan"

Dan beliau berkata:
والرمي الذي فسر به النبي صلى الله عليه وسلم الآية يشمل كل رمي في كل زمان ومكان بحسبه، فكما أن الرمي في وقته بالنبل والنشاب والمنجنيق، فالرمي المناسب في هذا الوقت يكون بالبارود والمدافع على اختلاف أنواعها والقنابل والصواريخ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم أطلق الرمي ولم يعين ما يرمى به،
"Dan "Melempar" yang ditafsirkan Nabi صلى الله عليه وسلم dalam ayat ini mencangkup segala hal yang (senjata) yang dilempar sesuai dengan waktu dan tempat,
Adapun Melempar pada masa Nabi adalah panah, anak panah dan manjanik dan pada zaman ini adalah senapan, meriam dan macam-macamnya dan bom dan rudal, karena Nabi meletakkan kata ARRamyu(melempar) dan beliau tidak menentukan apa yang dilempar?".

Dikutip dari:
http://www.alukah.net/sharia/0/663/

Firman Allah Ta'alaa:
(وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ)
Dan jika mereka mau berangkat(jihad), niscaya mereka (i'dad) menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu(jihad), tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu(tidak ikut jihad).”
[Surat At-Taubah 46]

Penyebab tidak adanya taufiq untuk jihad di antaranya adalah tidak maunya i'dad.

Selasa, 18 Juli 2017

CARA MENDIDIK ANAK

SEPERTI INILAH ULAMA DAHULU MENDIDIK ANAK MEREKA(1)

اعلم: أن الصبي أمانة عند والديه، وقلبه جوهرة ساذجة، وهى قابلة لكل نقش، فإن عود الخير نشأ عليه وشاركه أبواه ومؤدبه في ثوابه، وإن عود الشر نشأ عليه، وكان الوزر في عنق وليه، فينبغي أن يصونه ويؤدبه ويهذبه، ويعلمه محاسن الأخلاق، ويحفظه من قرناء السوء، ولا يعوده التنعم، ولا يحبب إليه أسباب الرفاهية فيضيع عمره في طلبها إذا كبر.
Ketahuilah:
Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya.
hatinya adalah batu perhiasan murni yang bisa menerima segala ukiran.
jika anak dibiasakan dengan kebaikan maka dia akan tumbuh seperti itu dan orang tuanya atau yang mendidiknya akan ikut serta mendapatkan pahalanya.

Jika dibiasakan keburukan, maka dia akan tumbuh seperti itu dan dosa akan dibebankan kepada orang yang membesarkannya.

Maka sudah sepantasnya orang tua untuk menjaganya, mendidiknya dan mengajarkannya akhlaq-akhlaq yang baik dan menjauhkannya dari pergaulan buruk,
dan jangan membiasakan anak bermewah-mewah
dan jangan menjadikan anak mencintai sebab-sebab (memperoleh) perhiasan dan kemewahan maka nanti jika dia sudah besar dia akan menghabiskan umurnya untuk mencarinya(perhiasan dan kemewahan)"

فلا يستعمل في رضاعة وحضانته إلا امرأة صالحة متدينة تأكل الحلال، فإن اللبن الحاصل من الحرام لا بركة فيه
Jangan menjadikan penyusuan dan pengasuhannya (anak kita) kecuali wanita yang shalihah yang memiliki Dien(agama) yang makanannya halal, karena air susu yang dihasilkan dari suatu yang haram tidak ada keberkahan padanya".

وأول ما يغلب عليه من الصفات شره الطعام، فينبغي أن يعلم آداب الأكل، ويعوده أكل الخبز وحده في بعض الأوقات لئلا يألف الإدام فيراه كالحتم، ويقبح عنده كثرة الأكل، بأن يشبه الكثير الأكل بالبهائم، ويحبب إليه الثياب البيض دون الملونة والإبريسم ويقرر عنده أن ذلك من شأن النساء والمخنثين، ويمنعه من مخالطة الصبيان الذين عودوا التنعم، ثم يشغله في المكتب بتعليم القرآن والحديث وأحاديث الأخبار، ليغرس في قلبه حب الصالحين، ولا يحفظ من الأشعار التي فيها ذكر العشق.
Pertama kali yang mendominasi pada umumnya dari sifat-sifat anak adalah rakus terhadap makanan, maka diajarkan kepadanya adab-adab makan.
dan membiasakan anak pada sebagian waktu(sesekali) untuk makan roti saja, agar dia tidak terbiasa dengan lauk sehingga dia tidak  menganggap (lauk) sesuatu yang harus ada.

Dan diajarkan padanya akan buruknya banyak makan dengan menyerupakan orang yang banyak makan seperti binatang ternak.
Dan dijadikan anak suka dengan pakaian putih yang tidak berwarna warni dan bercampur sutra dan dijelaskan padanya bahwa hal itu seperti perempuan atau banci.
Dan melarang dia untuk bergaul dengan anak-anak yang dibiasakan dengan kemewahan.

Kemudian sibukkan anak ditempat khusus untuk mempelajari Quran, hadits dan hadits-hadits pilihan agar tertanam dihatinya kecintaan terhadap orang-orang shalih.
dan agar dia tidak menghafal syair-syair yang padanya mengingatkan 'isyq(rasa cinta yang sangat pada sesuatu dari Dunia)".

Dikutip dari kitab Mukhtashor minhaj AlQhoshidin/
Ibnu Qudamah AlMaqdisi.

Bersambung...

Minggu, 02 Juli 2017

Zakat mal 2

ZAKAT MAL (2)

MACAM-MACAM HARTA YANG WAJIB PADANYA ZAKAT

1- Alat tukar:
Dahulu dengan emas atau perak dan sekarang diqiyaskan dengan uamg kertas berdasarkan kesepakatan ahli fiqih saat ini.
Nishobnya 20 Dinar atau senilai 85 gram emas.

Dalilnya:
إذا كانت لك مائتا درهم وحال عليها الحول، ففيها خمسة دراهم، وليس عليك شيء حتى يكون لك عشرون دينارًا، وحال عليها الحول ففيها نصف دينار
“Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah lewat satu tahun, maka zakatnya sebanyak 5 dirham. Tidak wajib atasmu zakat (emas) kecuali engkau memiliki 20 dinar, jika engkau memiliki 20 dinar dan telah lewat satu tahun, maka zakatnya setengah dinar.”
(Shahih sunan Abu Dawuud)

2- Barang dagangan:
Harta yang digunakan untuk perdagangan.
Zakatnya adalah 2,5 %
-Adapun zakat Mustagholaat (harta yang secara zatnya bukan harta yang wajib dizakatkan dan juga bukan harta yang di jual akan tetapi dijadikan untuk penghasilan) seperti Apartement atau kendaraan yang disewakan maka zakatnya dihitung hanya pada hasil dari penyewaan saja dengan syarat sampai nishob dan haulnya.
-jika hartanya itu (mobil, kios dsb) untuk diperjualkan maka zakatnya seperti zakat barang dagangan dengan dihitung modalnya.
- Jika seseorang membeli rumah dengan niat untuk dijual kembali maka wajib baginya zakat jika telah sampai haul dan nishabnya meskipun rumah yang akan dijualnya belum laku.
- Jika seseorang membeli rumah untuk digunakan pribadi maka tidak wajib padanya zakat.

3- Hasil panen
Dalilnya:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu...
[Surat Al-Baqarah 267]

Yang disirami air hujan atau tanpa lelah dan usaha menyiram 1/20 dan yang disiram sendiri 1/10
Dalilnya
فِيْمَا سَقَتْ الأَنْهَارُ وَالغَيْمُ الْعُشُوْرُوَ فِيْمَا سُقِِيَ بِالسَّانِيَةِ نِصْفُ الْعُشُوْرِ

Pada yang disirami oleh sungai dan hujan maka sepersepuluh (1/10) dan yang disirami dengan pengairan (irigasi) maka seperduapuluh (1/20)"
(HR.Muslim)

Dan Nishob hasil pertanian adalah 5 wasaq atau kurang lebih 647 KG
Dalilnya.
وليس فيما دون خمسة أوسق من الثمر صدقة
"Dan tidak ada zakat pada buah(hasil panen) yang kurang dari 5 wasaq"
(HR.Muslim)

Dalam zakat hasil pertanian tidak disyaratkan haul, maka wajib mengeluarkan zakatnya setiap kali panen jika sampai nishobnya.
Dalilnya
{وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ}
"Dan tunaikanlah haq(zakat)nya pada hari panennya"
[QS.Al-'An'aam:141]

4- binatang ternak
Wajib mengeluarkan zakat jika memenuhi syarat berikut:
A. Sampai Nishobnya.
unta: 5 ekor, kambing: 40 ekor, kerbau atau sapi:30 ekor.

B. Telah sampai Haul

C. hewan ternak yang digembalakan atau tanpa diberi makan dengan makanan yang dibeli secara khusus.

Dalilnya:
yaitu saat Abu bakar mengirim surat tentang kewajiban zakat yang diwajibkan Nabi صلى الله عليه وسلم, didalamnya disebutkan,
وفي صدقة الغنم في سائمتها
"Pada zakat kambing adalah kambing-kambing yang digembalakan diluar"
(Shohih AnNasaai:2446)

-Adapun yang diberi makan sendiri oleh pemiliknya untuk dijual maka di anggap zakatnya seperti zakat barang dagangan.

D. Bukan hewan ternak yang di gunakan untuk bekerja,
seperti kerbau yang digunakan untuk membajak sawah atau mengangkut bawaan.
Dalilnya.
"ليس في الإبل العوامل صدقة"
"Tidak ada zakat pada unta yang dipekerjakan"
(HR.Abu Daud dan Daruquthni)

Diringkas dari tulisan Syeikh Abdul AlMun'im Munib.

Kamis, 29 Juni 2017

Zakat mal 1

ZAKAT MAAL.(1)

Harta yang wajib dikeluarkan memiliki syarat, yaitu:
1- Kepemilikan sempurna (bukan harta hutang, waqaf atau milik orang lain atau milik umum dsb)
Dalil:
{وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ}
infakkanlah sebagian dari harta yang Dia(Allah) telah menjadikan kalian sebagai penguasanya
[QS- AlHadiid : 7]

2- Harta yang produktif(bisa berkembang)
Dalilnya:
ليس على المسلم في فرسه ولا عبده صدقة
"Tidak ada kewajiban zakat bagi seorang muslim pada kudanya dan pada budaknya"
[HR.Bukhori]
Berkata Imam AnNawawi رحمه الله تعالى
"هذا الحديث أصل في أن أموال القنية لا زكاة فيها"
"Hadits ini adalah dasar bahwa harta yang tidak bisa diperdagangkan tidak ada zakat padanya"
(Syarah Shohih Muslim)

3- Telah sampai Nishob.
-Harta yang belum sampai Nishobnya tidak wajib zakat.
-Setiap harta memiliki nishob yang berbeda sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh dalil.

4- bukan harta dari kebutuhan pokok seseorang dan keluarganya
Dalilnya, sabda Nabi صلى الله عليه وسلم kepada seseorang
ابدأ بنفسك فتصدق عليها فإن فضل شيء فلأهلك -أي الزوجة والولد-، فإن فضل شيء عن أهلك فلذوي قرابتك، فإن فضل شيء عن ذوي قرابتك شيء فهكذا وهكذا
"Mulailah bersedekah untuk dirimu sendiri dan jika ada lebih, maka untuk keluargamu- yaitu istri dan anak, jika ada harta yang lebih dari (mencukupi) keluargamu, maka untuk kerabat dekatmu, jika ada harta yang lebih dari(mencukupi) kerabatmu, maka untuk ini dan ini....
(HR.Muslim)

5- Terbebas dari hutang
Namun jika hutangnya tidak mengurangi kadar nishobnya maka tetap wajib baginya Zakat.

6- Hartanya telah sampai haulnya (telah dimiliki sampai masuk tahun ke dua).
Syarat ini untuk khusus untuk harta berupa: Alat tukar(uang atau emas), binatang ternak dan perdagangan.
adapun hasil pertanian, tambang, madu dan sebagainya tidak disyaratkan haul.

Disusun oleh:  Abu Rafah

Jumat, 19 Mei 2017

SUNNAH-SUNNAH DIBULAN RAMADHAN

SUNNAH-SUNNAH DIBULAN RAMADHAN

1- Mengucapkan selamat dengan datangnya bulan Ramadhan.

Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يبشر أصحابه بقدوم رمضان يقول:
"Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya dan dengan tibanya bulan ramadhan, dan Nabi mengucapkan":
"قد جاءكم شهر رمضان شهر مبارك،
"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi.."
(HR.Ahmad dan AnNasaai)

Berkata ibnu Rajab AlHanbali
"قال بعض العلماء: هذا الحديث أصل في تهنئة الناس بعضهم بعضاً بشهر رمضان".
"Telah berkata sebagian ulama, hadits ini adalah dasar(dalil agar) sebagian  kaum muslimin mengucapkan selamat kepada sebagian yang lain dengan datangnya bulan Ramadhan"
(Lathooif AlMa'aarif)

2- Mengakhirkan sahur

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda;
تَسحَّروا فَإِنَّ فى السَّحُورِ بَرَكَة
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah".
(HR.Bukhori dan Muslim)

Dari Zaid bin Tsabit ketika ditanya tentang waktu sahur Nabi صلى الله عليه وسلم antara azan dan waktu subuh,  beliau رضي الله عنه berkata:
،قدر خمسين آية
"Seukuran 50 ayat"
(HR.Bukhori dan Muslim)

3- Sahur dengan kurma.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah dengan korma” 
(HR.Abu Daud, Baihaqi dan Ibnu Hibban)

3 - Menyegerakan berbuka.

Nabi  صلى الله عليه وسلم bersabda:
لايزال الناس بخير ما عجلوا الفطر"
"Senantiasa manusia didalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka"
(Muttaffaq 'Alaihi)


4- Memberi makan orang yang berpuasa

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
"من فطر صائماً كتب له مثل أجره إلا أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء"
"Barangsiapa yang memberi makan orang yang berbuka maka dia mendapatkan pahala sebesar pahala orang yang berpuasa itu"
(HR.AnNasaai dan Tirmidzi)

5-  Berbuka dengan kurma atau air putih.

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
"إذا كان أحدكم صائماً فليفطر على التمر، فإن لم يجد التمر فعلى الماء، فإن الماء طهور"
"Jika salah seorang dari kalian berpuasa, maka berbukalah dengan kurma, maka jika dia tidak mendapati kurma, maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu mensucikan"
(HR.Ahmad, Nasaai, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Dalam riwayat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata:
كان النَّبي صلى الله عليه وآله وسلم يُفطِر قبل أن يصلي على رُطَبات، فإن لم تكن رطبات فتُمَيرات، فإن لم تكن تميرات حسَا حسَوات من ماء
"Nabi صلى الله عليه وسلم berbuka sebelum ia shalat(Magrib) dengan Kurma-kurma basah, jika tidak didapati Kurma basah maka dengan Kurma kering, jika tidak didapati Kurma kering maka dengan beberapa tegukan air"
(HR.Ahmad diShahihkan oleh Syaikh Albani)

6 - Membaca doa yang disunnahkan.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila berbuka mengucapkan:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إنْ شَاءَ اللّهُ
“Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa tsabatal ajru In Syaa Allah
““Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah".
(HR. Abu Daud)

7- Shalat malam atau Taraweh.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
"من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه"
"Barangsiapa yang shalat malam dibulan Ramadhan dengan keimananan dan mengharap balasan (Allah Ta'alaa) maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu"
(HR.Bukhori dan muslim)

8- Memperbanyak amal shalih terutama membaca Quran.

Allah Ta'alaa berfirman:
"شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن
"Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya AlQuran"
(AlBaqoroh: 185)

Dari ibnu Abbas  رضي الله عنهماberkata:
كَانَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم  أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
“Nabi صلى الله عليه وسلم adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al Qur’an kala itu. Dan Rasul صلى الله عليه وسلم adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.”  
(HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Rajab رحمه الله berkata:
فدل على استحباب الإكثار من التلاوة في رمضان ليلاً
"(Dalil ini) menunjukkan akan sunnahnya memperbanyak membaca AlQuran pada malam bulan Ramadhan"

9- Ber'itikaf disepuluh akhir Ramadhan.

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata:
"كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان"
"Rasulullah صلى الله عليه وسلم ber'itikaf pada sepuluh akhir Ramadhan"
(HR.Bukhori)

10- Berusaha mencari malam Lailatulqadr dengan i'tikaf.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
ِ فيه فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Padanya(Bulan Ramadhan) Allah memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalang (mendapatkan kebaikan yang banyak)."
(HR. Nasa’i dan Ahmad)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
 مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ .
“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapkan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." 
(HR. Bukhori dan Muslim)

11- Membaca doa malam lailatul Qadar.

Dar Aisyah رضي الله عنها berkata:"wahai Rasulullah, apakah yang harus aku baca jika aku mendapati malam Lailatul Qadar?
Beliau menjawab:
قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »

”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku"
(HR.Tirmidzi dan ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh AlBani)

12- Memperbanyak doa.

Setelah Allah Ta'aalaa menyebutkan ayat tentang puasa dalam surat AlBaqoroh 183-185, kemudian Allah berfirman:
"وإذا سألك عبادي عني فإني قريب أجيب دعوة الداع إذا دعان".
(AlBaqoroh: 186)

13- Umroh dibulan Ramadhan.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي ، فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً ) وفي رواية لمسلم : ( حجة معي )
"Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji."
Dalam riwayat muslim, "Sama dengan menunaikan haji bersamaku."
(HR.Bukhori dan Muslim)

14- Mengucapkan, "Saya sedang puasa"
terhadap orang yang mengajak permusuhan.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ؛ مَرَّتَيْنِ"
“Dan apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencelanya, maka katakanlah ‘aku sedang puasa’, dua kali”
(HR. Bukhori dan Muslim)

15- Memperbanyak amal sholih, seperti Shadaqah dll.

Disusun oleh: Abu Rafah